KALSEL.SIN.CO.ID – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) terus memperkuat sumber daya manusia (SDM) olahraga disabilitas di daerah. Salah satunya melalui Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas BERDAYA yang digelar di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada 28-29 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Tjokro Hotel, Kabupaten Klaten, tersebut diikuti 120 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari organisasi olahraga, komunitas, pelatih, atlet, hingga unsur penggerak olahraga disabilitas.
ToT Penggerak Olahraga Disabilitas BERDAYA merupakan bagian dari upaya Kemenpora meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM olahraga disabilitas di daerah. Program ini dilatarbelakangi masih terbatasnya tenaga yang memiliki kompetensi dalam melakukan identifikasi, klasifikasi, pembinaan, dan pengembangan potensi olahraga penyandang disabilitas.
Melalui program tersebut, Kemenpora mendorong lahirnya penggerak olahraga yang mampu mengajak masyarakat penyandang disabilitas untuk aktif berolahraga, mengembangkan potensi mereka, hingga membuka peluang menuju prestasi olahraga.
“BERDAYA bukan sekadar tagline, tetapi merupakan semangat yang kita bangun bersama. Para peserta diharapkan menjadi pribadi yang berdaya dalam pengetahuan, keterampilan, melakukan pembinaan, serta menciptakan kesempatan bagi penyandang disabilitas,” ujar Asdep Olahraga Layanan Khusus Achmad Arsani dalam laporannya.
Semangat BERDAYA juga diarahkan untuk memastikan penyandang disabilitas tidak hanya menjadi objek dalam pembangunan olahraga, tetapi turut menjadi bagian aktif dalam ekosistem olahraga nasional. Program ToT Penggerak Olahraga telah dilaksanakan di 16 titik sebagai bagian dari rangkaian penguatan kapasitas SDM olahraga disabilitas di berbagai daerah.
“Pada 2026, Kemenpora menargetkan 2.000 tenaga olahraga dan penggerak olahraga disabilitas dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pemuda dan Olahraga. Target tersebut merupakan bagian dari sasaran pembangunan kepemudaan dan olahraga dan disebut telah tercapai melalui rangkaian program yang dilaksanakan sepanjang tahun,” tutur Arsani.
Pelaksanaan di Klaten menjadi kegiatan ToT terakhir dalam rangkaian program Penggerak Olahraga Disabilitas BERDAYA pada 2026. Peserta mendapatkan pembekalan melalui teori, praktik lapangan, dan evaluasi. Materi yang diberikan meliputi kebijakan olahraga disabilitas, klasifikasi, identifikasi bakat, strategi pengembangan dan pemberdayaan, serta metode kepelatihan.
“Peserta juga mengikuti praktik uji bakat dan penyusunan program latihan. Untuk mengukur pemahaman dan kemampuan, dilakukan pre-test, post-test, serta praktik mengajar,” imbuhnya.
Pelaksanaan ToT di Klaten juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, organisasi olahraga disabilitas, pelatih, penggerak olahraga, komunitas, serta sekolah yang berkaitan dengan pembinaan penyandang disabilitas.
Kemenpora menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Klaten, NPCI Kabupaten Klaten, para narasumber, panitia, komunitas, organisasi olahraga, dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan.
Para peserta juga diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kapasitas selama mengikuti ToT. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan diterapkan di lapangan dan disebarluaskan kepada penggerak olahraga lainnya.
Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Prof. Dr. Sapta Kunta Purnama, M.Pd., Dr. Hendrig Joko Prasetyo, M.Or., dan Dr. dr. Retno Setianing, Sp.KFR(K).
Turut hadir, Plt. Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Budi Aryanto Muslim turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa, perwakilan Pemerintah Kabupaten Klaten, NPCI Kabupaten Klaten, narasumber, dan para peserta.(***)











