KALSEL.SIN.CO.ID – Sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kalimantan Selatan (Kalsel). Hal tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Ka.Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kalsel, Dr. H. Muhammad Tambrin, M.M.Pd., dalam laporan pada acara Silaturahmi Menteri Agama (Menag) Republik Indonesia (RI) Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. bersama tokoh agama se-Kalimantan yang betempat di Kalsel.
Menurut Tambrin,, Kalsel dikenal sebagai Benua religius yang menjunjung tinggi toleransi dan kearifan lokal. Kehidupan umat beragama di daerah ini berjalan harmonis, aman, dan kondusif berkat kerja sama berbagai pihak.
“Alhamdulillah, kehidupan umat beragama di daerah ini berjalan harmonis, aman, dan kondusif berkat kerja sama pemerintah, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Tambrin di Mahligai Pancasila Banjarmasin, Minggu (09/8/2026).
Ia menyampaikan, kehadiran Menteri Agama RI di Banua menjadi kehormatan sekaligus momentum untuk semakin memperkuat sinergi dalam menjaga kerukunan umat beragama.
“Atas nama Keluarga Besar Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan, kami mengucapkan selamat datang di Banua Kalimantan Selatan. Kehadiran Bapak Menteri menjadi kehormatan dan penguat sinergi dalam menjaga kerukunan umat beragama,” ungkapnya.
Kuatnya kehidupan keagamaan di Banua juga tercermin dari keberadaan berbagai rumah ibadah. Kakanwil menyampaikan, terdapat 3.530 rumah ibadah di Kalimantan Selatan, terdiri dari 2.941 masjid, 253 gereja Kristen, 17 gereja Katolik, 290 pura, 26 vihara, dan tiga tempat ibadah Tri Dharma.
Menurut Tambrin, keberadaan rumah ibadah memiliki peran yang lebih luas dalam kehidupan masyarakat, tidak hanya sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga sebagai ruang pembinaan moral dan penguatan persaudaraan.
“Rumah ibadah tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan moral dan perekat persaudaraan. Kerukunan di Banua telah menjadi budaya yang hidup,” katanya.
Upaya menjaga kerukunan tersebut juga diperkuat melalui pembinaan pendidikan dan kehidupan keagamaan. Kemenag Kalsel membina 1.468 madrasah dan pesantren, serta ribuan penyuluh dan penghulu yang turut memperkuat moderasi beragama dan pendidikan umat.
Silaturrahmi tersebut juga berlangsung bertepatan dengan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalimantan Selatan yang mengusung tema “Tugul Maharagu, Bagawi Laju, Banua Maju.” Menurut Kakanwil, tema tersebut menegaskan pentingnya persatuan, kerja cepat, dan kemajuan bersama.
Momentum itu juga sejalan dengan semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI bertema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Dalam konteks tersebut, tokoh agama memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, moral, dan moderasi beragama.
“Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen memperkuat kerukunan, layanan keagamaan, pendidikan, dan kolaborasi lintas sektor demi masyarakat yang harmonis dan sejahtera,” tegas Kakanwil.
Tambrin juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Kalsel, H. Muhidin, atas dukungan terhadap pembangunan bidang keagamaan dan kerukunan umat beragama di Banua Kalimantan Selatan.
Melalui silaturrahmi tersebut, Kakanwil berharap arahan Menteri Agama semakin memperkuat sinergi para tokoh agama dalam menjaga kerukunan dan membangun Kalimantan Selatan yang damai.
“Kami berharap arahan Bapak semakin memperkuat sinergi tokoh agama dalam menjaga kerukunan dan membangun Kalimantan Selatan yang damai sebagai bagian dari Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” pungkasnya.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menyampaikan bahwa kehadiran Menteri Agama RI di Banua merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan, tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi pemerintah daerah.
“Kehadiran Bapak Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A. menjadi suatu kehormatan dan kebanggaan bagi pemerintah daerah dan masyarakat Kalimantan Selatan,” ujar H. Muhidin dalam sambutannya, yang turut didampingi Wakil Gubernur Kalsel H. Hasnuryadi Sulaiman.
Menurut Muhidin, kehadiran Menteri Agama RI juga semakin memperkuat kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah dengan para pemangku kepentingan dalam menjaga kehidupan beragama yang harmonis dan toleran di Kalimantan Selatan.
“Kunjungan Bapak Menteri tentunya juga memperkuat kolaborasi dan sinergi kita untuk mempertahankan kehidupan beragama yang harmonis dan toleran. Insya Allah, Kalsel akan menjadi pilar Indonesia dalam merawat peradaban kehidupan beragama dalam bingkai persatuan, persaudaraan, dan toleransi,” tambahnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Kalsel berkomitmen untuk terus memperkuat moderasi beragama sebagai bagian dari upaya menjaga kerukunan dan keharmonisan masyarakat, demi terwujudnya Banua yang aman, maju, dan sejahtera.
“Pemerintah Provinsi Kalsel berkomitmen untuk terus memperkuat moderasi beragama demi terwujudnya Banua yang aman, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.

