oleh

Diskominfo Kalsel Sosialisasikan E-Absen dan E-Performance kepada Admin SMA/SMK

KALSEL.SIN.CO.ID – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Sosialisasi Aplikasi E-Absen dan E-Performance bagi admin sekolah jenjang SMA dan SMK se-13 kabupaten/kota di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, di Banjarbaru, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kalimantan Selatan sebagai narasumber utama. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman para admin dalam mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi, mewujudkan sistem kerja yang transparan dan akuntabel, serta mendukung percepatan transformasi digital menuju birokrasi berbasis paperless.

Kepala Diskominfo Kalimantan Selatan, Muhamad Muslim, mengatakan penerapan aplikasi E-Absen dan E-Performance merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam membangun tata kelola pemerintahan berbasis digital.

Baca Juga  Prof Harris Arthur Hedar Kembali Dipercaya Jadi Komisaris Independen WIKA

“Ini adalah salah satu upaya kita dalam meningkatkan pembangunan digital. Jadi semua diarahkan menuju sistem paperless. Dengan memanfaatkan sistem seperti ini, mudah-mudahan seluruh kegiatan, baik disiplin maupun kinerja, dapat terukur secara efektif dan efisien,” ujar Muslim.

Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi tersebut juga berkaitan langsung dengan pengelolaan kepegawaian, termasuk penentuan hak keuangan aparatur sipil negara (ASN) seperti pembayaran gaji dan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang disesuaikan dengan capaian kinerja masing-masing.

Baca Juga  Hasil Survei LSI: Kepercayaan Masyarakat Terhadap Jokowi Meluncur di Bawah 50 Persen

Menurutnya, disiplin dan kehadiran ASN, baik yang bekerja dari kantor (Work From Office/WFO) maupun dari lokasi lain sesuai ketentuan (Work From Home/WFH), tetap dipantau melalui sistem terintegrasi APIK Kinerja Kalimantan Selatan.

“Pemerintah mendorong agar kinerja tetap terukur. Jika berkaitan dengan kehadiran, baik WFO maupun WFH, tentu ada indikator yang menunjukkan bahwa pegawai telah melakukan kehadiran sesuai ketentuan,” jelasnya.

Muslim menambahkan, keberhasilan implementasi sistem digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada peran admin sebagai pengelola aplikasi. Karena itu, diperlukan pemahaman yang baik agar pengelolaan data kehadiran dan kinerja dapat dilakukan secara akurat sehingga meminimalkan kesalahan teknis maupun administratif yang berpotensi merugikan pegawai.

Baca Juga  Jelang Akhir Tahun 2024, Kades Talaga Bersama Masyarakat Pers dan PHRI Pokja Gelar Tasyakuran dan Penyematan Nama Sungai Gus Ipul

Ia berharap sosialisasi dan pendampingan terhadap seluruh perangkat daerah terus dilakukan agar pemanfaatan aplikasi E-Absen dan E-Performance semakin optimal serta mampu mendukung terwujudnya birokrasi yang profesional, transparan, dan berintegritas.

“Harapannya, sosialisasi ini dapat dipahami dengan baik sehingga pemanfaatan aplikasi menjadi lebih optimal, kinerja dapat dipertanggungjawabkan, dan seluruh proses berlangsung secara transparan,” pungkasnya

News Feed