oleh

Wamenag Ajak Jajaran Kemenag Benahi Integritas, Tata Kelola, dan Perkuat Kerukunan

KALSEL.SIN.CO.ID – Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii mengajak jajaran Kementerian Agama membenahi integritas dan tata kelola internal sekaligus memperkuat peran dalam menjaga kerukunan umat beragama. Pesan tersebut disampaikan dalam pembinaan ASN dan silaturahmi tokoh lintas agama di Kanwil Kemenag Jambi.

“Kita mendapat amanah dari Allah untuk bekerja dan beribadah di Kementerian Agama. Bekerja itu dari kacamata agama adalah ibadah. Karena itu, kita harus menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya dan memastikan umat menjalankan agamanya,” ujar Romo Muhammad Syafii, Selasa (29/9/2026).

Baca Juga  Celah Regulasi PFII Menganga, SMSI Desak DPR Terapkan Proteksi Ketat

Wamenag menyampaikan pembenahan integritas menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kerja Kemenag.

“Saya buka data Kementerian Agama Republik Indonesia Ikhlas Beramal. Dari hampir 5.000 satker, yang WBK dan WBBM jika digabungkan belum sampai satu persen. Kita ini orang Kementerian Agama, di mana-mana dipanggil ustaz, syekh, romo, pendeta, tetapi lembaga tempat kita bekerja harus bisa menjadi wilayah yang bebas korupsi dan bersih melayani,” ujar Romo Muhammad Syafii

Baca Juga  Dubes Palestina: Indonesia Berdiri Bersama Palestina, Kami Tidak Sendiri

Selain integritas, Wamenag meminta pembinaan dan karier ASN berjalan berdasarkan aturan serta tidak dipengaruhi perlakuan berbeda. “Saya tidak ingin ada perlakuan yang tidak adil, like or dislike. Semua persoalan harus berdasarkan aturan. Kalau orang yang sudah direkomendasikan tidak ditindaklanjuti, itu akan merampas hak orang, mengganggu karier orang, dan menghilangkan semangat mereka,” tuturnya.

Dalam silaturahmi dengan tokoh lintas agama, Wamenag membahas kerukunan dalam keberagaman. Wamenag menjelaskan tiga lingkup kerukunan, yakni internal umat beragama, antarumat beragama, serta hubungan umat beragama dengan pemerintah.

Baca Juga  Kejagung Siap Usut Tuntas Kasus Korupsi dari Pengelolaan Saham di PT Asabri

“Kerukunan antarumat beragama berarti umat yang satu dengan umat yang lain tetap hidup dalam rumpun yang sama. Kita tetap memantapkan perbedaan, tetapi hidup dalam kerukunan. Islam tetap Islam, Kristen tetap Kristen, Buddha tetap Buddha, Hindu tetap Hindu. Kalau mereka benar-benar menjalankan agamanya, mereka pasti diajarkan untuk hidup rukun,” pungkas Romo Muhammad Syafii.(***)

 

News Feed