oleh

Ini 9 Finalis Santrivision 2026, dari Riset, Film, Seni, hingga Inovasi AI

KALSEL.SIN.CO.ID – Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama menetapkan sembilan karya sebagai finalis Lomba Santrivision 2026. Karya-karya tersebut mencakup riset dan rekomendasi kebijakan, film dan seni visual, hingga inovasi teknologi digital berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Sembilan finalis itu berasal dari berbagai pondok pesantren di Indonesia dan terbagi dalam tiga kategori, yakni naskah, kebijakan dan komunikasi ilmiah; audio-visual, seni visual dan media digital; serta inovasi digital dan teknologi pesantren.

Santrivision menjadi rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026. Para finalis selanjutnya akan mengikuti Mentoring Expert pada 26–27 Oktober 2026. Mentoring berutujuan mendampingi peserta mengembangkan karya sebelum mengikuti babak penilaian akhir di hadapan dewan juri.

Direktur Pemberdayaan Pesantren Kemenag, Yusi Damayanti, mengatakan Santrivision dirancang untuk menunjukkan perkembangan pesantren dalam merespons perubahan zaman melalui karya, riset, kreativitas, dan inovasi.

“Sudah saatnya kita mengoreksi sudut pandang tersebut. Karakter dasar sekaligus cognitive nature santri dan keilmuan Pesantren justru selalu bersinergi dengan dinamika zaman. Tradisi keilmuan Islam (turats) yang dipelajari para santri bukanlah dogma kaku, melainkan fondasi epistemologis yang terus bergerak dinamis merespons tantangan dari masa ke masa,” ujar Yusi di Jakarta, Minggu (25/10/2026).

Baca Juga  PPDB Kabupaten Serang Dibuka 21 Juni 2021

Menurut Yusi, proses pendampingan disiapkan agar karya peserta tidak berhenti sebagai dokumen perlombaan, tetapi dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai bidang dan kebutuhan yang diangkat.

“Kami membangun tradisi baru di lingkungan Kementerian Agama dengan memberikan klinik pembekalan intensif kepada para finalis sebelum mereka tampil di babak uji akhir di hadapan dewan juri yang telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Agama Nomor 1236 Tahun 2026. Yang membanggakan, seluruh praktisi dan profesional yang kami hadirkan sebagai mentor tak lain merupakan alumni Pesantren,” tegasnya.

Program Mentoring Expert akan menghadirkan mentor dari kalangan akademisi, tenaga ahli DPR RI, praktisi media, dan pakar teknologi informasi yang merupakan alumni pesantren. Materi pendampingan mencakup penyusunan policy brief dan artikel ilmiah populer berbasis riset, pengembangan narasi visual dan seni digital, serta rancang bangun teknologi pesantren, termasuk aplikasi, platform digital, dan inovasi AI berbasis solusi empiris.

Tiga Kategori, Sembilan Karya Terpilih

Ada tiga kategori dalam Santrivison 2026, yaitu: a) Naskah, Kebijakan dan Komunikasi Ilmiah (Paper & Policy); b) Audio-Visual, Seni Visual dan Media Digital (Audio-Visual & Creative Media); dan c) Inovasi Digital dan Teknologi Pesantren (Digital Innovation & Tech).

Baca Juga  Kemkop UKM Perkuat Koperasi Sebagai Alternatif Pembiayaan Bagi Usaha Mikro

Pada kategori Naskah, Kebijakan dan Komunikasi Ilmiah (Paper & Policy), tiga finalis yang ditetapkan adalah:

1. Fatimah Econex, dari Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah, Jawa Timur, dengan karya Policy Paper berjudul “Belanja Pesantren untuk Pesantren: Halal Procurement Network Pesantren (HPNP) sebagai Model Penguatan Sirkulasi Ekonomi Antar Pesantren di Indonesia”.

2. Lisa Nurul Efendi, dari Pondok Pesantren Agribisnis Muhammadiyah Nawawi Djamil, Riau, dengan karya Policy Paper berjudul “Mewujudkan Pesantren Zero-Abuse: Standardisasi Tata Ruang dan Pembentukan Satgas ‘Saka Pesantren’ Berbasis Asas Victim-Centered Approach Terintegrasi PMA 73/2022”.

3. Alifa Khalda, dari Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, Sulawesi Selatan, dengan artikel ilmiah berjudul “Bio-Herloops: Model Eco-Pesantren Berbasis Closed Loop System melalui Biokonversi Hermetia Illucens untuk Akselerasi Zero Waste”.

Pada kategori Audio-Visual, Seni Visual dan Media Digital (Audio-Visual & Creative Media), finalisnya meliputi:

1. Al Baidlowi Creative Media, dari Pondok Pesantren Al Baidlowi, Yogyakarta, dengan film pendek “Sowan: Ilmu yang Lahir dari Langkah, Doa dan Pertemuan”.

2. Ahmad Rafiq, dari Pondok Pesantren Daarul Rahman 1 Jakarta, DKI Jakarta, dengan film pendek “Ghaflah”.

3. Abdullah Husain sebagai ketua tim, dari Miftahul Huda Kalinyamatan Jepara, Jawa Tengah, dengan film dokumenter “Amaliah yang Mengakar di Sanubari Nahdliyin”.

Baca Juga  Muzani: Prabowo Berkomitmen Jaga Kebhinekaan dan Persatuan Bangsa

Sementara itu, kategori Inovasi Digital dan Teknologi Pesantren (Digital Innovation & Tech) menetapkan tiga finalis:

1. Khadim AI, dari PP Darul Falah Amtsilati Jepara, Jawa Tengah, dengan karya berupa situs web “Asistensi Layanan Laporan Digital Berbasis AI Menuju Pesantren Ramah Anak”.

2. Takrir, dari Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Ibnu Katsir, Kepulauan Riau, dengan aplikasi “Takrir”.

3. Oman, dari Pondok Pesantren Salafiyah Modern Madinatul Amin, Jawa Tengah, dengan aplikasi “MOCHI: Menjaga Ilmu. Memudahkan Akses.”

Finalis Wajib Konfirmasi kepada Panitia

Sesuai mekanisme yang ditetapkan, seluruh finalis diwajibkan melakukan konfirmasi dan pelaporan diri melalui email santrivision2026@kemenag.go.id. Peserta harus menggunakan alamat email yang terdaftar saat pendaftaran dan pengiriman karya.

Konfirmasi tersebut diperlukan untuk menerima undangan pelaksanaan, jadwal Mentoring Expert, serta informasi penting lainnya terkait tahapan lomba.

Melalui rangkaian seleksi dan pendampingan ini, Kementerian Agama menempatkan Santrivision 2026 sebagai ruang bagi santri untuk menunjukkan kemampuan dalam bidang riset, komunikasi ilmiah, seni kreatif, dan teknologi sekaligus mengembangkan karya yang relevan dengan kebutuhan pesantren.

 

News Feed